Rabu, 09 November 2016

Contoh Kaus Psikologi yang Berhubungan dengan permasalahan dalam Internet

Kasus  :
1.      Jade Stringer
Jika biasanya kasus bullying adalah penghinaan untuk hal-hal yang sifatnya tak baik, misalnya miskin, jelek, tidak berprestasi dan sebagainya, tapi hal yang berbeda dialami Jade Stringer. Jade Stringer justru dibully alias dihina gara-gara terlalu cantik. Memang menurut teman-teman Jade, gadis ini sangat menawan dan cukup populer namanya. Gadis ini tak hanya disiksa secara verbal ketika di sekolah, tapi juga lewat ribuan chat dan telepon. Karena mungkin tak tahan atas perlakuan yang diterimanya, Jade kemudian memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di kamarnya. Aksi solidaritas pun digelar teman-teman Jade lewat media sosial Facebook dan juga Twitter. Di dalam salah satu post diketahui dengan pasti jika semasa hidupnya Jade memang dihina habis-habisan oleh beberapa orang. Siswi cantik diketahui adalah aktivis anti bullying di sekolahnya dan sudah beroperasi selama beberapa bulan. Sayangnya, meskipun berai melawan aksi bully, ia pun akhirnya menyerah.
2.      Amanda Todd
Remaja 15 tahun bernama Amanda Todd merupakan contoh paling menyedihkan tentang remaja yang menjadi korban bullying di sekolahnya. Dia merupakan siswi kelas 10 di SMA Port Coquitlam, British Columbia, Kanada. Selama bertahun-tahun, Amanda  di-bully teman-teman sekolahnya, baik secara langsung maupun via internet. Amanda bahkan sempat pindah sekolah untuk menghindari penindasan, namun mereka tetap saja menghina dirinya di media internet. Amanda curhat mengenai penderitaannya dengan menggunggah video ke YouTube. Dia menulis kata per kata pada selembar kertas sehingga membentuk cerita. Tak lama kemudian, ia pun nekat mengakhiri hidupnya pada 10 Oktober 2012. Sejak itu, video yang diunggahnya di YouTube menyebar secara viral hingga akhir tahun. Namun, kematian Amanda tak sia-sia. Pemerintah Kanada saat itu langsung mengeluarkan UU soal cyber-bullying, agar tak muncul lagi peristiwa serupa. Pelaku, termasuk pelajar, tetap dikenai sanksi pidana yang berat. Carol Todd, ibu Amanda, bahkan membuat LSM bernama Amanda Todd Trust, yang siap membantu para korban bullying dan terus aktif melakukan kampanye anti-bullying.
3.      Sonya Depari
Siswi cantik yang juga seorang model di Medan Sumut di-bully habis-habisan di media sosial. Sonya Depari dibully lantaran mengaku anak jenderal dan mengancam seorang polisi wanita (polwan) saat hendak ditilang karena melakukan konvoi usai melaksanakan ujian nasional (UN) SMA, Rabu (6/4/2016). Sehari setelah di-bully, Sonya Depari dikabarkan depresi dan tidak mau keluar rumah. Bahkan, ayahnya, Makmur Depari Sembiring mendadak jatuh sakit dan langsung meninggal dunia, Kamis (7/4/2016). Informasi yang dihimpun pojoksatu.id, ayah Sonya Depari meninggal mendadak lantaran mengalami tekanan darah tinggi akibat sang anak di-bully habis-habisan. Kematian ayah Sonya Depari dibenarkan Kapolresta Medan, AKBP Mardiaz Kusin Dwihananto. Saat ini, jenazah ayah Sonya Depari masih berada di Rumah Sakit (RS) Mitra Sejati. “Benar, ayah kandung Sonya yang mengaku anak Arman Depari meninggal dunia,” ujar Mardiaz kepada wartawan, Kamis (7/4/2016).
Penjabaran Kasus        :
Masa remaja merupakan masa transisi yang sangat rentan dengan stres. Berbagai tekanan mental dan fisik dapat bertubi-tubi menyerang, dari tekanan akibat ujian sekolah, perubahan tubuh, pergaulan sosial, media sosial dan bullying, hingga depresi dan kegelisahan.
Bullying berasal dari kata bully, dengan arti lain sebagai ancaman yang dilakukan seseorang terhadap orang lain yang dianggapnya lebih rendah atau lemah dari pelaku. Tindakan ini tentunya sangat berpengaruh menimbulkan gangguan psikis dan fisik misalnya : susah makan, sakit fisik, depresi, ketakutan, cemas dan lainnya.
Apalagi jika bullying terjadi pada waktu yang lama sehingga sangat mempengaruhi kondisi psikis korban, korban bullying biasanya disebut bully boy atau bully girl. Akan tetapi sebenarnya korban bullying merasakan kesal, marah dengan kejadian yang menimpa mereka, ada juga perasaan kecewa dan malu pada dirinya sendiri karena membiarkan kejadian itu menimpa mereka. Namun mereka menyesalkan kejadian tersebut, termasuk tidak berani melaporkan kepada orang tua atau orang yang lebih dewasa yang ada di sekeliling mereka karena takut disebut sebagai tukang ngadu dan penakut. Dengan penekanan bahwa bully dilakukan di anak usia sekolah atau remaja, salah satu karakteristik anak usia sekolah atau remaja adalah adanya egosentrisme (segala sesuatu yang terpusat pada dirinya) yang masih dominan. Sehingga ketika segala sesuatu menimpa dirinya mereka beranggapan hal itu terjadi karna dirinya.
Berikut beberapa strategi yang harus di pertimbangkan :
  1.  Jangan membiarkan pelaku bullying bebas begitu saja, apalagi jika perbuatan mereka menjadi terus – menerus maka korban harus memberitahukan kepada pihak sekolah seperti guru pembimbing atau wali kelas. Jika kalian takut atau malu untuk mengatakannya maka sampaikanlah secara tertulis.
  2.  Beri tahu orangtua. Para pelaku bully pasti tak menginginkan korbannya memberi tahu siapa pun sehingga para pelaku hanya ingin menakut – nakuti agar tindakannya tidak diketahuin orang banyak.
  3. Jika korban bully mendapatkan ancaman atau serangan secara fisik, perbuatan tersebut sudah termasuk dalan tindak kriminal maka harus beri tau orang dewasa yang ada disekitar.
  4. Untuk korban bullying, baiknya buatlah catatan tentang peristiwa bullying yang telah di alami, lengkap dengan tanggal kejadian. Kegiatan ini sangat membantu orang dewasa yang ada di sekitar untuk membantu mangatasi masalah anda.
  5. Jangan pernah membiarkan pelaku bully menghalangi anda untuk berprestasi di bidang – bidang yang anda sukai.
  6. Jangan pernah menganggap jika bully’an itu terjadi karna kesalahan anda. Para pelaku bully melakukan tindakannya kepada siapa saja dan tidak berkaitan dengan kesalahan anda.
  7. Pelajarilah langkah – langkah perlindungan diri, seni bela diri. Bukan maksud melawan akan tetapi untuk meningkatkan rasa percaya diri dan untuk menjaga diri.


Daftar Pustaka

1.      Morgan Nicola.2014.Panduan Mengatasi Stres Bagi Remaja,Jakarta:Pustaka Alvabet.
2.      Aqib Zainal.2011.Pendidikan karakter Membangun Perilaku Positif Anak Bangsa,Bandung:Yrama Widya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar