Rabu, 16 November 2016

Me and Story, Life & Dream

Story, Life & Dream
Hidup! Semua orang yang hidup tak ingin merasakan mati saat mereka merasakan nyamannya kehidupan. Memulai sebuah kehidupan dari sebuah kebohongan besar mungkin bukanlah sesuatu yang di harapkan semua orang. Memiliki masalah dalam lika-liku kehidupan, mungkin semua orang pernah mengalaminya.
Hidup, bagi seorang Hari bukanlah hal yang mudah untuk dia jalani jika semua orang mengetahui asal kehidupan yang diberikan untuknya. Memiliki kehidupan dari setiap kehidupan yang diberikan untuknya menjadi siksaan khusus bagi dirinya. Hidup baginya sebuah ketakutan yang lebih menakutkan bagi kematian itu sendiri. Hingga detik ini ketakutan itu masiih membuat dirinya bersembunyi didalam menara yang dibuat olehnya. Jiwa yang dikurung oleh dirinya sendiri, tak akan pernah merasakan hidup. Jadi apa yang harus dilakukan?
Seorang anak yang memasuki dunia remaja berusia 12 tahun merasakan senang yang luar biasa saat dia mengetahui dia memiliki seorang kakak yang diimpikannya selama ini. Pertemuan dengan seorang anak wanita cantik dengan paras ayu, berkulit bersih dan berambut panjang serta bertatakrama santun, bagaikan mimpi bagi dirinya. Seorang kembaran wanita yang tak pernah dia ketahhui datang menemuinya dan mengisi harinya walau hanya sesaat.
Shinta larasati, anak perempuan yang sangat cantik dan ayu mendatangi seorang anak lelaki yang sedang bermain sendiri didepan sekolah yang ramai. Dia mengajak anak lelaki itu bermain bersama dan tak terasa mereka sering bertemu melawati beberapa waktu bersama. Hingga suatu hari mimpi buruk pertama anak lelaki tersebut datang dalam hidupnya.
Hari itu hari yang tidak akan pernah ia lupakan dalam hidupnya, dimana kejadian paling menakutkan yang pernah ia alami datang dalam hidupnya. Shinta, ingin mengatakan kepada anak lelaki tersebut bahwa ia adalah kakak dari anak lelaki tersebut. Namun, sebelum ia mengatakan kepada anak lelaki tersebut. Shinta dan anak lelaki tersbut beserta sahabat mereka mengalami penculikan yang tragis.
Anak lelaki itu berhasil bertahan hidup sendiri, dimana ia berhasil bertahan hidup dengan mengorbankan 3 nyawa yang paling ia sayangi. Dia membuat saudari kembarannya beserta kedua sahabatnya menemui tuhan terlebih dahulu. Namun, Kejadian tersebut membuatnya lupa akan hal mengerikan tersebut. Namun menimbulkan luka yang sangat mendalam bagi dirinya. Dia takut akan dunia luar, dan membuat dinding untuk pertama kali terhadap lelaki dewasa.
Kejadian tersebut memang sempat dilupakan olehnya, namun membuatnya selalu bermimpi buruk dan mengalami mimpi menakutkan bagi dirinya. Dia tidak pernah bermimpi selayaknya anak lelaki lainnya, dia harus mengalami mimpi terindah untuk anak lelaki tersbut, yang namun menjadi mimipi buruk bagi dirinya. Awalnya dia meyakini hanya sebuah kesalahan kecil dan tak pernah ingin mengetahuinya, sebenarnya apa yang terjadi? Hingga akhirnya seorang sahabat muncul dalam hidupnya.
Rahamdah andi putra, seorang teman yang datang dan sering mengajaknya bermain bersama hingga membuat traumatiknya hilang. Anak lelaki tersebut tidak mengingatkan hal-hal kelam tersebut karena kebahagiaan yang diberikan sahabatnya tersebut. Semakin lama semakin banyak teman dan sahabat yang mengililingi dia. Tak ada rasa kesepian dalam hidupnya, walau dia merasakan keanehan akan sikap orang-orang disekitarnya. Kepekaan yang tak dimiliki anak lain bahkan orang lain mulai muncul dalam jiwanya yang ia kurung dalam menara.
Perlahan persahabatan tersebut terisi banyak kenangan indah dan pengalaman yang berharga bagi kepribadian diri anak tersebut. Hingga anak lelaki tersebut beranjak menjadi anak SMA dan memasuki dunia remaja yang berwarna. Anak lelaki tersebut mencoba berorganisasi dan mengikuti alur kehidupan remaja lainnya. Mencoba mendapatkan teman romantis perempuan dia rasakan juga. Membuat hubungan dengan seorang Wanita yang jauh lebih tua darinya dan mengayominya membuatnya merasa nyaman. Walau, sebenarnya hubungan tersebut awalnya hanya permainan yang nakal dipainkan oleh remaja lainnya untuk menjahili wanita tersebut.
Tak dirasakan, hubungan tersebut membuat anak lelaki itu nyaman dan melupakan akan persahabatan dengan sahabatnya. Suatu hari wanita tersebut sudah lulus terlebih dahulu daripada anak lelaki tersebut. Wanita itu, tak memberikan kepastian dan menghilang begitu saja. Hingga anak lelaki tersbut perlahan menjadi lebih matang atas semua masalah yang datang dikala dia sendiri.
Anak lelaki itu harus melanjutkan kehidupan palsunya, sudah saatnya melanjutkan ketingkat yang lebih tinggi dari seorang pelajar. Karena dia belum sadar juga bahwa dirinya yang nyata masih terkurung didalam menara, dia bingung atas tujuan hidupnya. Dia mengikuti seorang sahabat di sekolahnya tersebuit untuk mendaftar juga ke sekolah tinggi Negara di luar kota. Ujian sekolah tersebut sangatlah susah dan paling telat diantara kampus-kampus lainnya.
Karena anak lelaki itu belum sadar juga, dia tidak berhasil mendapatkan tujuan semu tersebut. Hingga akhirnya dia mengikuti apa keputusan yang di perintahkan ayahnya untuk sekolah dimana profesi ayahnya menjadi profesinya kelak. Menjalani sebuah jalan yang sangat berbeda menbuat trauma lama tersebut akhirnya terbuka.
Sebelum dia memasuki kampus tersebut, anak lelaki itu mengalami kebimbangan yang sangat dalam. Hingga membuat persaan sahabatnya yang dari dulu disembunyikan oleh sahabatnya tersebut diungkapkan kepadanya. Hal tersebut membuatnya menjadi musuh bagi orang-orang disekitarnya. Namun mengapa dia yang dijadikan musuh dan dibenci oleh bebrapa orang tersebut? Hingga pertanyaan tersbut berubah menjadi dinding baru menutup dirinya dari semua orang.
Saat menjalani kehidupan kampus yang sangat berbeda dengan dirinya dengan kesendirian yang dimilikinya. Tak disangka, Wanita yang dulu menjalani hubungan romantis dengannya datang kembali. Banyak perasaan berkecambuk didalam dirinya saat menjalani perkuliahan tersebut, dinding hitam yang ia bangun mulai membuka lembaran-lembaran ingatan yang kelam. Hingga akhirnya dia sadar akan ketakutan yang sangat ia takuti dalam hidupnya.
Dia ingin mengambil langkah bertahan dengan seorang wanita yang akhirnya kembali dalam kehidupan palsunya. Namun takdir memang belum memihak dirinya, wanita tersebut direnggut kembali dari dirinya. Kehidupan seseorang yang dia sayangi akhirnya pergi kembali dari hidupnya. Namun kesialan dirinya belum sampai disitu, sahabat yang ia tolak karena demi kebaikan semua pihak mendapat kado jahat dari tuhan.
Kehidupannya mulai goyah, langit mendung dan hujan selalu datang dalam dunia jiwa dimana jiwanya yang terkurung didalam menara tersebut. Tak kuat akan ujian yang datang padanya dia menjadi mayat hidup untuk beberapa waktu. Kematiaan yang selama ini ditakuti semua manusia, datang padanya namun tak mengajaknya. Dirinya hanya dibuat menjadi mayat hidup dengan langit kelabu menjadi sahabatnya.
Tak ada yang menolongnya kecuali dirinya sendiri, anak lelaku tersebut berusaha bertahan hidup demi keluarganya dan orang-orang yang menyayanginya. Mayat hidup tersebut perlahan hidup kembali walau tak berjalan normal. Anak lelaki tersebut, kembali kepada sahabatnya dan menemani sahabatnya. Membuat kebahagiaan untuk sahabatnyalah yang membuatnya kembali hidup, seperti dahulu sahabat juga yang membuatnya hidup di saat dulu dan sekarang. Sahabat yang sangat berharga dan demi dirinya dia melakukan apa saja demi hari-hari akhir sahabatnya.
Saat Kematiaan datang sebagai manusia tak ada yang tau, sahabatnya pun akhirnya menyusul kakak, sahabat kecilnya, dan kekasihnya yang terlebih dahulu pulang ke rumah tuhan. Sahabatnya pergi disaat anak lelaki tersebut tepat memasuki umur ke 20 tahun bagi hidupnya. Anak lelaki tersbut mencoba mencari makna baru demi kehidupan palsunya. Dia mencoba memasuki dunia yang berbeda kembali dari apa yang pernah dia masuki.
Psikologi, dunia yang baginya adalah kunci dan jalan yang menurutnya akan membuat dirinya lebih bermakna dan bermanfaat bagi orang banyak. Kehidupan yang mengajarinya tak dapat membuatnya keluar dari menara tersebut. Anak lelaki tersebut akhirnya mencoba untuk memasuki dunia dimana mungkin dia kan dapat keluar dari menara yang ia buat.
Ditahun-tahun pertama dia memulai kehidupan baru berjalan sangat lancar, dirinya dapat beradaptasi dengan cepat. Kemampuan yang berbeda yang dia miliki mulai terasah dan membuat dirinya bertahan. Namun di tahun berikutnya, seperti kehidupan-kehidupan sebelumnya. Masalah datang kepadanya tanpa diundang. Kelabilan akan status keberlangsungan hidup keluarganya datang bersamaan saat kelabilan seseorang terhadap dirinya.
Dari dulu banyak orang yang labil jika tidak kuasa memiliki tameng atau perlindungan atas perasaan yang diberikan anak lelaki tersebut. Namun, lagi-lagi orang yang salah tempat kembali yang membuat hidupnya labil dalam kehidupan. Kelabilan teman barunya yang ia kira dapat menggantikan posisi sahabatnya hilang tak ada kesempatan. Hanya fitnah yang hingga sekarang masih bergulir di lingkungan anak tersebut. Jika lelaki yang datang dikehidupannya tak labil. Maka, tak perlu menjadi sekarang! Kelabilan anak yang sedang ketakutan tersbut sebenarnya sedang dimainkan oleh iblis yang berada didalam anak lelaki tersebut, yang sebenarnya memainkan lelaki labil tersebut. Benci atau perasaan lainkah yang menjadi kelabilan tersebut? Pertanyaan tersebut membuat hidup anak lelaki tersebut dan banyak orang disekitarnya hancur kembali.
Semakin kuat dinding yang dibuat anak lelaki tersebut semakin kuat pula kemampuan yang dimilikinya. Selain insting, felling dan intusinya mejadi tajam akan kehadiran seseorang. Dirinya mulai belajar untuk menjadi orang lain, demi bertahan hidup.
Sekarang yang ada dalam pikiran dan tujuan anak lelaki tersebut, lulus dari ujian hidup yang tak kunjung usai dan lulus sebagai psikolog. Menjadi manusia adalah tujuan utama yang ingin ia tuju, maka tujuan lain akan datang perlahan seperti sebelumnya. Masalah dan kepergian seseorang membuatnya semakin kuat namun membuatnya juga semakin terkurung didalam menara tersebut.
Bisakah kelabilan yang sedang bergulir saat ini, membuat dirinya keluar dari menara?

Rabu, 09 November 2016

Contoh Kaus Psikologi yang Berhubungan dengan permasalahan dalam Internet

Kasus  :
1.      Jade Stringer
Jika biasanya kasus bullying adalah penghinaan untuk hal-hal yang sifatnya tak baik, misalnya miskin, jelek, tidak berprestasi dan sebagainya, tapi hal yang berbeda dialami Jade Stringer. Jade Stringer justru dibully alias dihina gara-gara terlalu cantik. Memang menurut teman-teman Jade, gadis ini sangat menawan dan cukup populer namanya. Gadis ini tak hanya disiksa secara verbal ketika di sekolah, tapi juga lewat ribuan chat dan telepon. Karena mungkin tak tahan atas perlakuan yang diterimanya, Jade kemudian memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di kamarnya. Aksi solidaritas pun digelar teman-teman Jade lewat media sosial Facebook dan juga Twitter. Di dalam salah satu post diketahui dengan pasti jika semasa hidupnya Jade memang dihina habis-habisan oleh beberapa orang. Siswi cantik diketahui adalah aktivis anti bullying di sekolahnya dan sudah beroperasi selama beberapa bulan. Sayangnya, meskipun berai melawan aksi bully, ia pun akhirnya menyerah.
2.      Amanda Todd
Remaja 15 tahun bernama Amanda Todd merupakan contoh paling menyedihkan tentang remaja yang menjadi korban bullying di sekolahnya. Dia merupakan siswi kelas 10 di SMA Port Coquitlam, British Columbia, Kanada. Selama bertahun-tahun, Amanda  di-bully teman-teman sekolahnya, baik secara langsung maupun via internet. Amanda bahkan sempat pindah sekolah untuk menghindari penindasan, namun mereka tetap saja menghina dirinya di media internet. Amanda curhat mengenai penderitaannya dengan menggunggah video ke YouTube. Dia menulis kata per kata pada selembar kertas sehingga membentuk cerita. Tak lama kemudian, ia pun nekat mengakhiri hidupnya pada 10 Oktober 2012. Sejak itu, video yang diunggahnya di YouTube menyebar secara viral hingga akhir tahun. Namun, kematian Amanda tak sia-sia. Pemerintah Kanada saat itu langsung mengeluarkan UU soal cyber-bullying, agar tak muncul lagi peristiwa serupa. Pelaku, termasuk pelajar, tetap dikenai sanksi pidana yang berat. Carol Todd, ibu Amanda, bahkan membuat LSM bernama Amanda Todd Trust, yang siap membantu para korban bullying dan terus aktif melakukan kampanye anti-bullying.
3.      Sonya Depari
Siswi cantik yang juga seorang model di Medan Sumut di-bully habis-habisan di media sosial. Sonya Depari dibully lantaran mengaku anak jenderal dan mengancam seorang polisi wanita (polwan) saat hendak ditilang karena melakukan konvoi usai melaksanakan ujian nasional (UN) SMA, Rabu (6/4/2016). Sehari setelah di-bully, Sonya Depari dikabarkan depresi dan tidak mau keluar rumah. Bahkan, ayahnya, Makmur Depari Sembiring mendadak jatuh sakit dan langsung meninggal dunia, Kamis (7/4/2016). Informasi yang dihimpun pojoksatu.id, ayah Sonya Depari meninggal mendadak lantaran mengalami tekanan darah tinggi akibat sang anak di-bully habis-habisan. Kematian ayah Sonya Depari dibenarkan Kapolresta Medan, AKBP Mardiaz Kusin Dwihananto. Saat ini, jenazah ayah Sonya Depari masih berada di Rumah Sakit (RS) Mitra Sejati. “Benar, ayah kandung Sonya yang mengaku anak Arman Depari meninggal dunia,” ujar Mardiaz kepada wartawan, Kamis (7/4/2016).
Penjabaran Kasus        :
Masa remaja merupakan masa transisi yang sangat rentan dengan stres. Berbagai tekanan mental dan fisik dapat bertubi-tubi menyerang, dari tekanan akibat ujian sekolah, perubahan tubuh, pergaulan sosial, media sosial dan bullying, hingga depresi dan kegelisahan.
Bullying berasal dari kata bully, dengan arti lain sebagai ancaman yang dilakukan seseorang terhadap orang lain yang dianggapnya lebih rendah atau lemah dari pelaku. Tindakan ini tentunya sangat berpengaruh menimbulkan gangguan psikis dan fisik misalnya : susah makan, sakit fisik, depresi, ketakutan, cemas dan lainnya.
Apalagi jika bullying terjadi pada waktu yang lama sehingga sangat mempengaruhi kondisi psikis korban, korban bullying biasanya disebut bully boy atau bully girl. Akan tetapi sebenarnya korban bullying merasakan kesal, marah dengan kejadian yang menimpa mereka, ada juga perasaan kecewa dan malu pada dirinya sendiri karena membiarkan kejadian itu menimpa mereka. Namun mereka menyesalkan kejadian tersebut, termasuk tidak berani melaporkan kepada orang tua atau orang yang lebih dewasa yang ada di sekeliling mereka karena takut disebut sebagai tukang ngadu dan penakut. Dengan penekanan bahwa bully dilakukan di anak usia sekolah atau remaja, salah satu karakteristik anak usia sekolah atau remaja adalah adanya egosentrisme (segala sesuatu yang terpusat pada dirinya) yang masih dominan. Sehingga ketika segala sesuatu menimpa dirinya mereka beranggapan hal itu terjadi karna dirinya.
Berikut beberapa strategi yang harus di pertimbangkan :
  1.  Jangan membiarkan pelaku bullying bebas begitu saja, apalagi jika perbuatan mereka menjadi terus – menerus maka korban harus memberitahukan kepada pihak sekolah seperti guru pembimbing atau wali kelas. Jika kalian takut atau malu untuk mengatakannya maka sampaikanlah secara tertulis.
  2.  Beri tahu orangtua. Para pelaku bully pasti tak menginginkan korbannya memberi tahu siapa pun sehingga para pelaku hanya ingin menakut – nakuti agar tindakannya tidak diketahuin orang banyak.
  3. Jika korban bully mendapatkan ancaman atau serangan secara fisik, perbuatan tersebut sudah termasuk dalan tindak kriminal maka harus beri tau orang dewasa yang ada disekitar.
  4. Untuk korban bullying, baiknya buatlah catatan tentang peristiwa bullying yang telah di alami, lengkap dengan tanggal kejadian. Kegiatan ini sangat membantu orang dewasa yang ada di sekitar untuk membantu mangatasi masalah anda.
  5. Jangan pernah membiarkan pelaku bully menghalangi anda untuk berprestasi di bidang – bidang yang anda sukai.
  6. Jangan pernah menganggap jika bully’an itu terjadi karna kesalahan anda. Para pelaku bully melakukan tindakannya kepada siapa saja dan tidak berkaitan dengan kesalahan anda.
  7. Pelajarilah langkah – langkah perlindungan diri, seni bela diri. Bukan maksud melawan akan tetapi untuk meningkatkan rasa percaya diri dan untuk menjaga diri.


Daftar Pustaka

1.      Morgan Nicola.2014.Panduan Mengatasi Stres Bagi Remaja,Jakarta:Pustaka Alvabet.
2.      Aqib Zainal.2011.Pendidikan karakter Membangun Perilaku Positif Anak Bangsa,Bandung:Yrama Widya.